Kaca mata ujian 

23 Oct

Sekitar 40 menit sebelum Misa dimulai entah kenapa kaki ini melangkah menuju salah satu shopping mal yang terletak berseberangan dengan gereja. 

Tidak ada niat untuk belanja, namun karena masih ada waktu hati ini tergerak untuk masuk ke salah satu optik langganan yang hampir selalu berhasil membuat debit card tergesek mesra. Tak sadar mata tertuju pada sebuah frame kaca mata yang alamakkkkk cakepnyaaaaaa. Tapi pikiran waras berkata “heiiiii, belum 3 bulan lalu deh belanja frame kaca mata disini kok sudah mau belanja lagi sih” dan tangan ini pun meletakan frame aduhai itu dengan terpaksa seraya mata terus memandang nanar tak sanggup berpisah. Tak berapa lama tangan ini kembali mengambil dan memasangkan frame ini di atas hidung dan ahhh rasanya hidung ini berkata “kamu sudah memilih kaca mata yang tepat untuk aku”.

Galau melanda. Hati pun mulai goyang. Pikiran masih bersikeras waras. 

10 menit sebelum Misa kaki pun terpaksa melangkah keluar dari shopping mal yang itu dan menyeberang jalan menuju gereja. Misa berlangsung. Konsentrasi buyar. Pikiran dan perhatian tertuju pada frame itu. Akhirnya saat Misa selesai, kaki siap melangkah kembali ke optik di dalam shopping mal seberang jalan. 

Dengan perjuangan sekuat tenaga kaki ini melangkah menyeberang jalan, melewati pintu depan shopping mal, kemudian berbalik mencari jalan memutar lewat jalur menuju parkiran. Terburu buru menyalakan mesin mobil dan minggat seketika dari shopping mal itu. Ahhhh lega. Debit card terselamatkan. Hati sedikit kecewa tapi dalam pikiran terdengar tepukan sorak sorai meriah “kamu berhasillll…. kamu berhasillllll”

Sehari berselang keinginan kembali ke shopping mal itu kembali memuncak. Dengan sekuat tenaga berusaha menahan  hasrat dan entah kenapa beberapa hari kemudian perasaan itu sirna. Seminggu kemudian saat kembali datang ke shopping mal itu dan mampir ke optik yang menyuguhkan tawaran menggiurkan tersebut, hati tak lagi bergolak. Dengan santai melirik frame itu dan ajaib sekali frame itu tak lagi terlihat semenarik seminggu yang lalu. 

Saat kembali menyetir diajalan kembali suara suara itu muncul dalam pikiran “berhasillll berhasilllll….” dan sorak sorai itu terus terngiang dalam pikiran. “Kamu lulus ujian hahahahha”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: