kembali ke gili trawangan

14 May

tubuh memberikan tanda butuh istirahat, bukan cuma sekedar tidur, tapi benar benar istirahat yang nyaman. bali…. pun menyenangkan tapi karena tinggalnya disini konteksnya tetep aja kerja. jakarta….. terlalu kota, gak rileks juga, paling buat cuci mata lihat pemandangan manusia dan barang yang sangat bisa menguras dompet aja disana.

dan kita memutuskan ke gili trawangan lagi.
kita… berdua dengan teman yang tingkat stressnya sedang tinggi berangkat dengan speed boat dari padang bay menuju bibir pantai gili trawangan.

kali ini persiapan lebih matang, mulai dari topi diskonan brand surf yang terkesan jantan tapi tetep cantik, sunblock spf70 untuk badan, dan sunblock spf50 biotherm untuk wajah. edan. harga sunblock ini totalnya sudah setara dengan transport pulang pergi untuk dua orang. tapi demi keselamatan penampilan semua bisa ditoleransi. satu yang gak ketinggalan.. payung.
gak pake gengsi deh daripada gosong.

20130514-200037.jpg

setelah hari pertama di gili dihabiskan dengan relaksasi dipinggir pantai, berenang ditemani banana caramel yang rasanya seperti juice pisang campur susu ultra kasih baileys dikit plus otek otek alias bakwan yang disajikan seolah olah ini makanan mewah. juga kecanggihan teman memesan bloody marry yang datang dengan perpaduan saos tomat, campur cuka, plus tabasco, dan sedikit alcohol benar benar berasa asinan bogor. wkwkwkwkwk
jangan pernah pesen minuman ini kecuali emang lagi ngidam.
untungnya makan malam ditutup dengan sangat sukses, sampai kekenyangan makan beef bbq dan pork spareribs. dan berlanjut dengan ngeglongsor cantik di salah satu lounge depan pantai dengan minuman dan suasana yang menyenangkan. bintang bintang bisa keliatan jernih sekali pun untuk orang berkacamata minus tebal.

hari kedua kita memilih pindah hotel. sekalianlah liburan biar sudah pernah rasain beberapa hotel yang hits di gili trawangan ini. hotel yang sudah sangat punya nama ini ternyata punya kekurangan pada sistem pengairan bersih. mereka menggunakan air payau, jadilah saat mandi atau sikat gigi rasa asin nempel di bibir. tapi ada gentong yang menampung air pdam yang didatangkan dari Lombok. jadi semua aman dan kamarnya sangat nyaman.

keputusan untuk snorkeling menjadi pilihan yang meneyenangkan. setelah badan ditutup dengan sunblock berangkatlah kita dengan rombongan yang lain. isisnya tetep… banyakan bule dari indonesianya. didepan kita duduklah dua emak emak bule, sumpah sudah keriput banget tapi mereka masih enjoy sekali untuk ikutan snorkeling. begitu pas loncat ke air, yaampunnnnnnnnnnn…… booookkkkk…. teman dengan sukses shocked karena tiba tiba seperti ada daging babat lewat depan hidung. dan istilah soto babat pun tercetus diantara air laut yang sedikitnya ketelan saat ketawa.
peraturannya kita harus dalam group, tapi saat naik, dan boat mau lanjut ke spot berikut, salah satu emak ngomong, “i lost my friend”
semua langsung pandang pandangan. mencari diantara penumpang. sampai akhirnya setelah beberpa lama datanglah boat dengan penumpang honeymooner, ternyata si emak yang bernama Judy ini ada disitu. jadi dia ketinggalan group, begitu dia mau balik ke boat, ternyata boat sudah menghilang, nunggu di meeting point. semua ketawa termasuk si emak ini tapi kita yakin dia itu pasti panik ditengah lautan tiba tiba group sudah gak ada dan boat pun lenyap.

karma itu cepat balasannya, gara gara ketawain si soto babat, gak seberapa lama karena kecapekan dan boat terombang ambing teman yang badannya bongsor ini tiba tiba mual dan bingung cari kantong plastik. sumpah gak cocok banget dengan badan dan wajah yang tampak garang tapi ya kok mabok laut. ehhh gak berapa lama ketawain orang mabok laut pinggang saya tiba tiba berasa pegel, dan makin pegel, duhhhhh encoknya kumat.

malam itu setelah makan malam kita memilih dvd-an di kamar sambil mengatur posisi duduk, encok masih berlanjut. pagi pun datang, setelah sarapan saya memaksa untuk berenang untuk melatih otot otot kaki dan paha biar tidak kaku, berharap encok akan segera sirna namun ternyata masih betah, ya sudahlah. untung liburannya tidak terganggu. yang mengganggu adalah saat jalan pulang menuju dermaga sambil menahan encok dan panasnya matahari gili, payung cantik beraksi. dan tiba tiba…

“panas kak?” goda mas mas gelap ala anak pantai. cuek berjalan lurus.

“panas kak?” suara lebih keras, dan ketawa godain. encok kumat, keringat makin deras, emosi kebakar..

“MASALAH BUAT ELO?” menatap judes, dan kembali berjalan lurus. buat saya yang penting kulit selamat dan gak gosong dekil kebakar matahari.

gili trawangan akan selalu menyenangkan buat liburan pendek, dan kita satu waktu pasti akan kembali lagi. tentu akan kembali bersama payung cantik.

20130514-200154.jpg

20130514-200238.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: