Mengalir seperti sungai

26 Jan

Duduk sendiri menikmati makan siang dan kelapa muda sebagai penyegar. Mata mengarah ke sungai melaka yang berujung di muaranya. Pikiran melayang jauh dan tersadar untuk bersyukur dgn kehidupan indah yang sudah dikasih.

Ada yang berusaha sekuat tenaga untuk bisa punya anak. Dari terapi hormon sampai in vitro. Tapi ada juga yang asal kesenggol dikit bisa hamilton. Yang gak punya anak sedih dan kecewa waktu usahanya belum berhasil. Yang gampang punya anak sampai harus memakai spiral karena kondom saja gak.menjamin dia gak hamilton. Well bahkan mungkin sudah berstatus jendes… Gak lucu juga jendes hamilton sementara suami tinggal kenangan dong.

Air sungai mengalir. Perahu lewat diatasnya. Ada yang searah dan ada juga yang melawan arah. Dengan beberapa pemberhentian sepanjang sungai.

Mungkin seperti hidup. Kadang harus.membiarkan hidup kt seperti perahu melaju terbawa arus sungai. Tapi terkadang harus melawan jalan hidup demi tujuan yang diharapkan. Melewati beberapa pemberhentian sekedar melepas lelah atau menambah semangat untuk terus melaju.
Pada akhirnya perahu akan berlabuh di satu tempat dan diam dalam kesunyian bersyukur dalam kenangan indah sepanjang perjalanan waktu dalam aliran sungai kehidupan.

Life is a magic. Life is also amazing. Life is like a river. And we are sitting on the deck of the river side.
*cuma renungan singkat saat makan siang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: