welcome to Delhi

21 Feb

Incredible India …. selalu terlihat indah, eksotis, dan penuh warna. Ini yang saya lihat di travel and living, iklan pariwisata, bahkan sampai iklan salah satu maskapai penerbangan yang terkenal dengan gadis gadisnya. maka tertariklah hati ini untuk mencoba menelusuri New Delhi.

seperti biasa kita selalu mencari tiket murah dan mari kita berangkat.
Memilih jalur DPS – BKK – DEL, jadilah saya menikmati ujian kesetiaan dia Bangkok, godaaan yang begitu banyak untungnya terlewati tanpa kesulitan yang berarti.

tibalah hari menuju New Delhi.

saat check in, petugas pasasi menanyakan soal visa india, tapi karena kita akan menggunakan visa on arrival jadilah petugas yang baik ini mengecek apa aja keperluannya, dan terungkaplah fakta.

“do you have a passport photograph?” nanyalah si petugas pasasi ini.
jelas jawaban kita “NO”
dan sukses dia nunjukin semua persyaratan visa on arrival yang tidak diberikan secara detail waktu kita menanyakan soal ini di Indonesia. sangat membantu, ada penyesalan dalam hati yang mencela si petugas bandara yang gemulai ini.

jadilah kita dengan bantuan polisi pariwisata yang ada di bandara Shuvarnabumi membuat foto ukuran passport.

untung kita berangkat ke bandara lebih awal, bayangkan kalau kita datangnya mepet, totally rempong.

dan hasil pencarian informasi lainnya menemukan info bahwa sebaiknya kita membawa uang pas untuk visa on arrival, $ 60, sudah lebih dari 5 counter kita samperin untuk tukar duit gak ada yang nerima, sampai akhirmya kita membeli Bath sejumlah $ 40 dan sukses punya kembalian uang pas untuk bayar visa on arrival.

setelah melewati perjalanan lebih dari 5 jam, baca buku, tidur, nonton video victoria’s secret fashion show, tidur, denger lagu, tidur, makan, ngobrol, tidur lagi, makan lagi, tidur lagi, makan lagi, ngobrol lagi, dan sampai.

kita memasuki terminal kedatangan. bandaranya lumayan bagus, jauh lebih bagus dari bandara kita sendiri bahkan. mencari counter visa on arrival. dan bener apa kata petugas bandara di Bangkok, kalau tidak mempersiapkan segala sesuatunya kita akan kerepotan sendiri. bayangkan kalau tidak bawa foto, atau tidak bawa uang pas, hadeuhhhhh.

memang hanya beberapa negara yang diperkenankan memakai visa on arival, lainnya harus mengurus visa dari negaranya masing masing.

regulasi yang tertera di web resmi soal biaya visa on arrival $ 60 tinggal kenangan, tiba tiba petugas meminta mata uang rupee. dan petugas penukaran uang sudah siap disamping. jadilah yang ditukar menjadi $ 62, karena ada biaya penukaran duit.

setelah menunggu sekitar 30 menit selesailah urusan visa. kita keluar untuk mengambil bagasi. dan demi kepentingan komunikasi mampirlah saya membeli sim card lokal. petugasnya mungkin gak pernah ikutan beauty class, gak ada senyum sama sekali, kalah deh petugas imigrasi. sukses membayar 2200 rupee, BB siap dipakai.

setelah membayar taxi di loket resmi kita keluar bandara.
udara dingin menyambut, sedikit memberikan keceriaan, cuacanya menyenangkan. sampai kita menemukan taxi yang akan mengantar kita ke hotel.

ini bukan pengalaman yang menyenangkan… setelah kita duduk dalam taxi tiba tiba ada beberapa pemuda dengan tampang seram tanpa ekspresi yang membuka taxi kita dan menanyakan. mau kemana, bla bla bla… bla bla bla.
si sopir yang kelihatan baik cuma bilang ” it is our culture”. boooooo udah gila deh.

taxi meluncur, sudah tengah malam hampir jam 12, tapi jalanan masih ramai dan klakson mobil sahut sahutan, ya olooooooo… kacaunya jalanan disini.
ditengah jalan tiba tiba taxi behenti, dengan alasan dia mau pulang jd brothernya yang akan nganterin kita ke hotel, dan drama di mulai. sampai di satu lokasi dimana dia bilang area hotel kita luas dia gak tahu tepatnya dimana. jeng jeng jeng jenggggggg….. maksud elooooo?
dan bertanyalah dia ke orang di pinggir jalan, gak tahu juga, akhirnya dia memilih untuk bertanya ke tourism department ….. itu istilah dia.
yang ada kita dibawa ke travel agent. dengan tulisan segede gaban Department of Tourism and Transportation. teman saya yang membooking hotel turun untuk mencari informasi bersama sopirnya. sementara saya bertugas menjaga koper. ini lokasinya tampak rawan. lebih dari 15menit saya menunggu tiba tiba ada ibu ibu ngetok ngetok kaca jendela taxi, serammmmmmmm….. setelah dia pergi, saya mengambil kunci kontak taxi dan ikut masuk ke dalam, tenyata didalam lg drama. petugas agent ini berpura pura menelpon hotel dengan senyum yang sangat palsu. dan akhirnya kita sadar mereka sedang mencoba menipu kita. keluar dari situ dan kita mencoba nelpon sendiri, untung sudah punya sim card lokal, kalo tidak saya gak tahu apa yang akan terjadi.
petugas hotel menjelaskan jalan, tapi si sopir ngaku gak tahu, begitu kita telepon lagi petugas hotel bilang sopir itu tahu, dan drama berlanjut.
akhirnya dengan janji akan memberikan tips lebih dia mengantar kita ke jalan utama dekat hotel, sepertinya sopir ini tahu tapi sudah telanjur malu dengan si petugas hotel jadi dia menurunkan dekat hotel saja. kita lanjutkan dengan berjalan kaki dipandu petugas hotel dan sampailah kita dengan selamat. cuaca yang sedang dingin ini sangat membantu meredam emosi. mungkin kalau sendirian saya sudah nangis dan senewen.
staff hotel yang ramah menyambut kita dan setelah proses check in beres kita menemukan kamar yang lumayan, terutama kasurnya empuk. wifi kenceng. lega.

room service berguna sekali disaat saat seperti ini. chicken saag yang ternyata ayam dengan bumbu kare dengan bayam ini terasa enak dipadu dengan chicken fried rice yang nasinya panjang panjang, kalau dilihat sekilas seperi mie goreng dipotong potong. makan malam… maksud saya late supper kita sukses, enak. tidak seperti yang kita takutkan.

malam pertama di Delhi ini saya dan teman saya akhirnya akan tidur memakai jacket, tanpa ac, dan ditambah dengan sentuhan akhir berupa kaos kaki hehehehe… sekarang baru bisa ketawa mengingat hal hal menegangkan menuju hotel. suara klakson masih terus sahut sahutan, gak ngerti jam berapa kota ini akan tidur. yang pasti saya butuh tidur, badan ini sudah lelah.
semoga malam ini bisa bermimpi ketemu pacar sambil muter muter di pohon. besok pagi kitaakan memulai menjelajah New Delhi. semoga Kota ini indah seperti foto foto iklannya.

Namaste ….

3 Responses to “welcome to Delhi”

  1. Sofian Hadi HardRocker February 21, 2012 at 3:19 am #

    fotooo dong nyo biar seru

  2. Melz_Melati February 21, 2012 at 3:37 am #

    is gonna be awesome trip, waiting your next stories, inyo! hahahaha

  3. sepatuholic February 21, 2012 at 12:27 pm #

    gellooooooo……. jadi mundur teratur deh kalo baca ceritanya kayak gitu.
    apalagi dikelilingi orang-orang gak jelas??? hedehhh….
    dikelilingi cowok2 cakep aja aku suka klaustropobhia…
    pffftttt…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: