Soal sahabatĀ 

23 Jun

Pernah nonton film “bride wars”? Cerita tentang dua sahabat super dekat sejak masa kecil sampai dewasa yang melakukan kebodohan fatal hanya karena keegoisan sesaat, pun di akhir cerita hubungan yang baik terjalin kembali. 

Itu hanya film. Tapi benarkah hanya ada dalam film fiksi saja? 

Belum lama ini saya mendengar dua orang teman yang bersahabat begitu dekatnya mengalami perang dingin. Tentu bukan masalah pernikahan karena keduanya pun memiliki pasangan yang siap melangkah ke catatan sipil juga tidak. 

Saya tahu dalam diri mereka ada perasaan sayang, bahkan lebih dari sekedar sayang. Hanya saja kadang keegoisan yang membuat keretakan itu muncul. Keegoisan dalam pola pikir yang dikemukakan secara frontal yang mungkin tidak bertujuan saling menyakiti. Orang bijak berkata “hanya sahabat dekatlah yang bisa menyakiti lebih dari apapun”, entah itu sengaja atau tidak. 

Saat kita benar benar sayang dengan sahabat, apa yang harus kita lakukan? Mendukung dalam segala hal bagaikan bayangan cermin? Ataukah menjadi cermin realistis?

Dukungan dalam segala hal bisa saja menjerumuskan, tetapi menjadi realistis kadang kala bisa menyakiti pihak lain tanpa disengaja. 

Tujuan baik belum tentu dapat dieksekusi dengan benar.  

Jadi apakah kita harus berhenti berbuat benar demi sebuah kebaikan? Bagaimana bisa menjadi benar kalau tidak dengan tujuan yang baik? 

Tidak ada yang tahu apakah hal benar yang dilakukan sekarang bisa menjadi baik di esok hari. Sebaliknya tidak ada yang menjamin hal yang dianggap baik akan menjadi benar dikemudian hari. 

Apapun bisa terjadi. Tetapi sahabat akan selalu menjadi sahabat… kalau itu benar benar sahabat. 

Seperti tagline salah satu iklan shampoo … pakai kepala dingin.

Soal Memberi

15 Jun

“Tapi saya gak punya uang banyak untuk dibagi”, atau “apa yang mau diberi kalau kita sendiri kurang?”, atau “iya nantilah gampang”.

Sering sekali kita tidak memberi kesempatan pada diri kita sendiri untuk berbagi atau memberi. Jangankan untuk orang lain, bahkan kadang untuk diri kita sendiri kita tidak sempat bahkan tidak mau berbagi. 

Kebiasaan kecil yang sering saya temukan saat menyetir di jalan raya yang padat kadang membuat diri stress sendiri. Bayangkan mobil dan sepeda motor berebutan bahkan nyaris nempel dengan kenderaan kita hanya karena ingin cepat sampai tujuan. Tidak ada yang salah dengan sikap sigap dan on time. Tetapi toleransi berkenderaan rasanya juga penting demi keselamatan bersama. Kita tidak akan lebih cepat sampai lima atau sepuluh menit saat melewati jalanan macet dengan memberi kesempatan mobil atau sepeda motor bergantian melewati jalur yang padat. Alih alih disaat kita berebutan jalur besar kemungkinan kenderaan kita saling bersinggungan dan menimbilkan masalah baru. 

Ada kebahagiaan tersendiri saat kita bisa memberi, entah itu uang, tenaga, waktu, bahkan perhatian kecil kepada orang lain. 

Kesibukan kerja ditambah dengan banyaknya update berita yang harus kita baca atau tonton, belum lagi eksistensi di media sosial membuat kita seperti kehabisan waktu. Entah sekedar menelepon orang tua yang tinggal berjauhan, atau bahkan mengobrol langsung dengan rekan kerja disekitar kita.  

Kalau kita mau, kita bisa berbagi atau memberi. Dan hal itu tidak membutuhkan biaya. Dan ada banyak sekali cara yang bisa kita lakukan. Bahkan membagi waktu kita sendiri hanya untuk sekedar menikmati dan menyadari betapa cantiknya pertumbuhan tanaman di halaman rumah kita cukup membuat kita bahagia. Tidak perlu mencari kebahagiaan, karena bahagia itu ada didalam diri kita sendiri.

#BahagiaTanpaBiaya

Soal Menahan Diri

23 Oct

Sekitar 40 menit sebelum ibadah dimulai entah kenapa kaki ini melangkah menuju salah satu shopping mal yang terletak berseberangan dengan lokasi ibadah tersebut. 

Tidak ada niat untuk belanja, namun karena masih ada waktu hati ini tergerak untuk masuk ke salah satu optik langganan yang hampir selalu berhasil membuat debit card tergesek penuh keyakinan. Tak sadar mata tertuju pada sebuah frame kaca mata yang “wowww bagus sekaliiiii”. Tapi pikiran waras berkata “heiiiii, belum tiga bulan lalu belanja frame kaca mata disini kok sudah mau belanja lagi sih” dan tangan ini pun meletakan frame itu dengan terpaksa seraya mata terus memandang nanar tak sanggup berpisah. Tak berapa lama tangan ini kembali mengambil dan memasangkan frame ini di atas hidung dan rasanya hidung ini berkata “kamu sudah memilih kaca mata yang tepat untuk aku”.

Galau melanda. Hati pun mulai goyang. Pikiran masih bersikeras waras. 

Sepuluh menit sebelum Misa kaki ini melangkah keluar dari shopping mal dan menyeberang jalan menuju gereja. Misa berlangsung. Konsentrasi buyar. Pikiran dan perhatian tertuju pada frame itu. Akhirnya saat Misa selesai, kaki siap melangkah kembali ke optik di dalam shopping mal seberang jalan. 

Dengan perjuangan sekuat tenaga kaki ini melangkah menyeberang jalan, melewati pintu depan shopping mal, kemudian.. berbalik mencari jalan memutar lewat jalur menuju parkiran. Terburu buru menyalakan mesin mobil dan minggat seketika dari shopping mal itu. Ahhhh lega. Debit card terselamatkan. Hati sedikit kecewa tapi dalam pikiran terdengar tepukan sorak sorai meriah “kamu berhasillll…. kamu berhasillllll”

Sehari berselang keinginan kembali ke shopping mal itu kembali memuncak. Dengan sekuat tenaga berusaha menahan  hasrat dan entah kenapa beberapa hari kemudian perasaan itu sirna. Seminggu kemudian saat kembali datang ke shopping mal itu dan mampir ke optik yang menyuguhkan tawaran menggiurkan tersebut, hati tak lagi bergolak. Dengan santai melirik frame itu dan ajaib sekali frame itu tak lagi terlihat semenarik minggu yang lalu. 

Saat kembali menyetir diajalan kembali suara suara itu muncul dalam pikiran “berhasillll berhasilllll….” dan sorak sorai itu terus terngiang dalam pikiran. “Kamu lulus ujian”

#BahagiaTanpaBiaya

kembali ke gili trawangan

14 May

tubuh memberikan tanda butuh istirahat, bukan cuma sekedar tidur, tapi benar benar istirahat yang nyaman. bali…. pun menyenangkan tapi karena tinggalnya disini konteksnya tetep aja kerja. jakarta….. terlalu kota, gak rileks juga, paling buat cuci mata lihat pemandangan manusia dan barang yang sangat bisa menguras dompet aja disana.

dan kita memutuskan ke gili trawangan lagi.
kita… berdua dengan teman yang tingkat stressnya sedang tinggi berangkat dengan speed boat dari padang bay menuju bibir pantai gili trawangan.

kali ini persiapan lebih matang, mulai dari topi diskonan brand surf yang terkesan jantan tapi tetep cantik, sunblock spf70 untuk badan, dan sunblock spf50 biotherm untuk wajah. edan. harga sunblock ini totalnya sudah setara dengan transport pulang pergi untuk dua orang. tapi demi keselamatan penampilan semua bisa ditoleransi. satu yang gak ketinggalan.. payung.
gak pake gengsi deh daripada gosong.

20130514-200037.jpg

setelah hari pertama di gili dihabiskan dengan relaksasi dipinggir pantai, berenang ditemani banana caramel yang rasanya seperti juice pisang campur susu ultra kasih baileys dikit plus otek otek alias bakwan yang disajikan seolah olah ini makanan mewah. juga kecanggihan teman memesan bloody marry yang datang dengan perpaduan saos tomat, campur cuka, plus tabasco, dan sedikit alcohol benar benar berasa asinan bogor. wkwkwkwkwk
jangan pernah pesen minuman ini kecuali emang lagi ngidam.
untungnya makan malam ditutup dengan sangat sukses, sampai kekenyangan makan beef bbq dan pork spareribs. dan berlanjut dengan ngeglongsor cantik di salah satu lounge depan pantai dengan minuman dan suasana yang menyenangkan. bintang bintang bisa keliatan jernih sekali pun untuk orang berkacamata minus tebal.

hari kedua kita memilih pindah hotel. sekalianlah liburan biar sudah pernah rasain beberapa hotel yang hits di gili trawangan ini. hotel yang sudah sangat punya nama ini ternyata punya kekurangan pada sistem pengairan bersih. mereka menggunakan air payau, jadilah saat mandi atau sikat gigi rasa asin nempel di bibir. tapi ada gentong yang menampung air pdam yang didatangkan dari Lombok. jadi semua aman dan kamarnya sangat nyaman.

keputusan untuk snorkeling menjadi pilihan yang meneyenangkan. setelah badan ditutup dengan sunblock berangkatlah kita dengan rombongan yang lain. isisnya tetep… banyakan bule dari indonesianya. didepan kita duduklah dua emak emak bule, sumpah sudah keriput banget tapi mereka masih enjoy sekali untuk ikutan snorkeling. begitu pas loncat ke air, yaampunnnnnnnnnnn…… booookkkkk…. teman dengan sukses shocked karena tiba tiba seperti ada daging babat lewat depan hidung. dan istilah soto babat pun tercetus diantara air laut yang sedikitnya ketelan saat ketawa.
peraturannya kita harus dalam group, tapi saat naik, dan boat mau lanjut ke spot berikut, salah satu emak ngomong, “i lost my friend”
semua langsung pandang pandangan. mencari diantara penumpang. sampai akhirnya setelah beberpa lama datanglah boat dengan penumpang honeymooner, ternyata si emak yang bernama Judy ini ada disitu. jadi dia ketinggalan group, begitu dia mau balik ke boat, ternyata boat sudah menghilang, nunggu di meeting point. semua ketawa termasuk si emak ini tapi kita yakin dia itu pasti panik ditengah lautan tiba tiba group sudah gak ada dan boat pun lenyap.

karma itu cepat balasannya, gara gara ketawain si soto babat, gak seberapa lama karena kecapekan dan boat terombang ambing teman yang badannya bongsor ini tiba tiba mual dan bingung cari kantong plastik. sumpah gak cocok banget dengan badan dan wajah yang tampak garang tapi ya kok mabok laut. ehhh gak berapa lama ketawain orang mabok laut pinggang saya tiba tiba berasa pegel, dan makin pegel, duhhhhh encoknya kumat.

malam itu setelah makan malam kita memilih dvd-an di kamar sambil mengatur posisi duduk, encok masih berlanjut. pagi pun datang, setelah sarapan saya memaksa untuk berenang untuk melatih otot otot kaki dan paha biar tidak kaku, berharap encok akan segera sirna namun ternyata masih betah, ya sudahlah. untung liburannya tidak terganggu. yang mengganggu adalah saat jalan pulang menuju dermaga sambil menahan encok dan panasnya matahari gili, payung cantik beraksi. dan tiba tiba…

“panas kak?” goda mas mas gelap ala anak pantai. cuek berjalan lurus.

“panas kak?” suara lebih keras, dan ketawa godain. encok kumat, keringat makin deras, emosi kebakar..

“MASALAH BUAT ELO?” menatap judes, dan kembali berjalan lurus. buat saya yang penting kulit selamat dan gak gosong dekil kebakar matahari.

gili trawangan akan selalu menyenangkan buat liburan pendek, dan kita satu waktu pasti akan kembali lagi. tentu akan kembali bersama payung cantik.

20130514-200154.jpg

20130514-200238.jpg

Terbang bersama Baling baling bambu

11 May

Alasan menyesuaikam waktu kerja dengan jadwal penerbangan yang ada akhirnya membuat keputusan untuk menggunakan kembali layanan salah satu maskapai penerbangan yang menyediakan rute Surabaya Denpasar dengan pesawat kecil.

“Apaaaaaa? Naik baling baling bambu lagi? Oh noooo”

“Gak ada pilihan Nyo, jam yang cocok sesuai permintaan kamu yang ada cuma itu”

Ok, baiklah. Semoga kali ini semua berjalan lancar mengingat lebih dari dua kali rute Surabaya Denpasar ini selalu delayed panjang di malam hari.

***

para penumpang bla bla bla pesawat anda akan diterbangkan pada pukul bla bla bla karena alasan operasional bla bla bla

Intinya delayed 30 menit.
Waktu berlalu, akhirnya boarding juga,

Karen sudah sangat ngantuk akhirnya terlelaplah saya dalam mimpi singkat sampai akhirnya terdengar suara mesin pesawat semakin keras tanda siap take off. Tapi tiba tiba…. Pilot seperti mengerem dan jalannya menjadi perlahan. Hmm ada yang gak beres sepertinya. Dan benar, pesawat keluar dari run away dan suara pramugari menjelaskan bahwa pilot memutuskan untuk membatalkan lepas landas karena alasan operasional.

Maka baliklah kita semua ke terminal, dan kegalauan muncul. Ada yang marah marah, ada yang diam saja berayukur karena paling tidak lebih aman batal take off daripada kenapa kenapa. Dan ada juga yang rebutan colokan listrik untuk ngecharge mobile phone masing masing, saya salah satu diantaranya.

Setelah berusaha mencari tiket lain namin gagal karena kebetulan keesokan harinya adalah hari libur nasional, maka penuhlah itu rute ke Bali, terdengar panggilan boarding kembali.

Berharap pesawatnya diganti, namun apa daya senyum pramugari yang menyambut kita sama seperti sebelumnya. Pasrah. Astungkara semoga semua selamat.

Ipod segera disiapkan dan mencari playlist lagu gereja, lagu penyembahan. Giliran takut baru ingat Tuhan hahahaa. Dan selama perjalanan gak bisa tidur lagi, lebih konsentrasi. Kepanikan ini muncul karena masih keingat belum lama ada salah satu pesawat dari maskapai ini yang jatuh di dekat bandara ngurah rai.

para penumpang yang terhormat saat mendarat sudah dekat bla bla bla

Legaaaaaa, sudah mau sampai, dan tiba tiba
“Arghhhhh…. Arghhhh….”
Suara teriakan penumpang bikin kaget dan bikin panik diri sendiri karena turbulensi yang sangat keras.

Keras banget dan beberapa kali. Makin paniklah penumpang. Tapi puji Tuhan akhirnya mendarat dengan selamat.
Seumur umur terbang baru kali ini ngalamin rasa takut…. Takut mati lebih tepatnya. Belum bertobat jadi ngeri kalau sudah harus menghadap yang Kuasa.

Lagu gereja masih berkumandang di kuping, setelah landing langsung ganti lagu duniawi , butuh relax hahaha. Emang gak kapok ya, ingat Tuhan cuma kalo lagi panik aja hahahaha

pertemanan tulus

2 May

jam sudah menunjukan sebelah lewat empat puluh menit, terburu buru saya keluar dari rumah untuk menjalankan ritual menyiapkan makanan Glo dan Carino, memberi makan Gina si kura kura, dan melempar palet ikan sesuai takaran dan menikmati sejenak ikan ikan koi di kolam berlomba menghabiskan palet palet terapung itu.

tidak biasanya Carino gak muncul depan pintu, hanya Glo yang menyambut, tapi kemudian pergi ke arah garasi, nemenin Carino yang duduk manis dibawah mobil. emosi sudah naik duluan entah kesalahan apa atau kegilaan seperti apa yang mereka buat sampai memilih berdiam dibawah mobil. karena selama ini kesetia kawanan mereka dalam arti yang benar benar bikin …..arghhhhhh.

begitu dideketin, saya melihat ada yang aneh dengan kaki kiri belakang Carino, bengkak.
kecurigaan pertama adalah dia keluar pagi pagi dan ketabrak mobil,
kecurigaan kedua dia digigit tawon karena suka berekspedisi diantara tabung tabung gas.
entah mana yang benar yang pasti sebelum dokternya datang, panadol sebagai p3k, takut badannya demam.
sore ini akhirnya ketahuan, kemungkinan terbesar adalah kaki Carino digigit ular pohon.

satu hal yang lucu tapi cukup menampar saya adalah, situasi dimana ada Carino disitu ada Glo, bahkan dia nemenin Carino pindah duduk kedepan pintu. kalau anjing saja bisa setia kawan begini, kenapa manusia tidak?
kadang kesibukan yang membuat pribadi menjadi tidak punya waktu untuk orang lain.
kalau kita bisa seperti Glo yang merelakan keasikannya bemain di jalan setiap pagi saat pagar dibuka demi untuk nemenin Carino, saya yakin gak akan ada lagi yang merasa sepi, sedih, atau galau disaat susah.

hidup itu kan seperti roda, kadang diatas, kadang dibawah, syukur syukur kalau pas rodanya rusak kita pas ada diatas. jadi selama rodanya masih berputar jangan lupa untuk selalu diberi “pelumas” biar semua lancar.
kita tidak membahas pelumas yang biasa dipakai yak LOL, sekali kali serius boleh dong. pelumas yang saya maksud itu adalah pertemanan yang tulus.

20130502-175613.jpg

setia? apa itu?

27 Apr

setia? apaan sih?
langsung pura pura amnesia.
mungkin saya harus belajar apa itu setia dari nyokap.
ibu ini telah sukses menjadi single parent selama 20 tahun.
dikasih ijin menikah lagi gak mau. alasannya gak mau nyusahin anak. gak nyusahinlah kalau papa tirinya kaya raya, dengan catatan harta pakai nama nyokap ya

alasan lain karena dia pingin bokap tenang di alam sana.
ya ampunnnnn…. terlalu setia deh, padahal bokap gak setia setia amat. nama juga laki laki. justru mencurigakan kalau terlalu setia.

tapi kita harus mencontoh yang benar, setia gak perlu pamrih. jalanin aja seikhlasnya.
bagaimana kalau sudah setia tapi balasannya gak setimpal?
sakit hatilahhhh… itu manusiawi. tapi ya gak harus berlarut larut dan dibalas juga.
makin dibalas makin panjang urusannya. dan makin sakit hatilah kita.

nyokap selalu bilang “… maafin dan lupain salahnya..”
dikira gampang apa ya? maafin iya tapi lupain belum tentu.
“terus kalau gak dilupain sakit hatinya bisa hilang gak?”
pertanyaan menjebak dari nyokap. gak perlu dijawab tapi dipikirin baik baik.

sudah saya pikir baik baik, dan hasil pikiran itu berbunyi “setia itu bukan hal yang mudah”.
setia itu butuh usaha, setia itu butuh kedewasaan, setia itu butuh kebesaran hati.
dan saya belum siap untuk setia hehehehehee